Barcelona dipastikan kehilangan Gerard Pique untuk waktu yang lama karena cedera lutut, dan sekarang mereka harus mencari pengganti yang pas baginya.

Pique adalah bek utama Barcelona di sektor bek tengah. Ia hampir pasti akan selalu dimainkan kecuali karena akumulasi kartu atau cedera.

Sayangnya kini Barcelona tak akan bisa mengandalkannya untuk waktu lama. Sebab ia mengalami cedera lutut usai bermain melawan Atletico Madrid.

Beberapa pemain sudah dikaitkan dengan Barcelona. Di antaranya adalah Eric Garcia dan Matthijs de Ligt.

Merekrut para pemain itu mungkin tak akan mudah dan murah. Apalagi jika mungkin ada klub lain yang tiba-tiba ikut tertarik untuk merekrut mereka juga.

Jadi Barcelona kini perlu mencari target lain. Target yang namanya mungkin pernah sedikit atau bahkan sama sekali tidak pernah muncul di media dan di radar klub-klub lain.

Para target itu juga ada yang memiliki kemiripan postur fisik seperti Pique. Demikian juga dengan gaya mainnya.

Jadi siapa saja para pemain itu? Berikut nama-namanya, seperti dilansir dari Barca Universal.

Mouctar Diakhaby

Mouctar Diakhaby berasal dari Prancis dan saat ini ia bermain untuk Valencia. Pada September 2016 silam, Diakhaby melakukan debut profesionalnya untuk Olympique Lyonnais melawan Bordeaux, saat berusia 19 tahun. Dua tahun kemudian, pada musim panas 2018, Diakhaby memastikan kepindahan ke Valencia.

Pemain yang kini berusia 23 tahun itu mencerminkan gaya bermain Pique. Ia suka memainkan umpan-umpan pendek, yang sejalan dengan filosofi Barcelona yang membangun serangan dari belakang. Selain itu, ia tidak melakukan tekel tetapi lebih memprioritaskan untuk masuk ke posisi yang tepat demi memutus serangan lawan.

Diakhaby juga memiliki postur tubuh yang sangat ideal sebagai bek, layaknya Pique. Tinggi tubuhnya mencapai 193 cm. Alhasil ia bisa memenangkan duel-duel bola atas dengan relatif mudah. Tinggi badan dan fisiknya juga membuatnya menjadi bahaya di kotak penalti lawan. Ini cukup terbukti dengan raihan tiga golnya di Liga Europa pada musim 2016/17.

Dengan kondisi keuangan Valencia saat ini, Barcelona dapat merebut Diakhaby dengan bayaran yang cukup murah. Ia membuatnya jadi transfer yang prospek risikonya rendah dan imbalannya besar.

Unai Nunez

Unai Nunez disebut-sebut akan menjadi bek tengah hebat Spanyol berikutnya, menggantikan barisan bek uzur seperti Gerard Pique dan Sergio Ramos. Pada Agustus 2017 lalu, defender berusia 23 tahun itu melakoni debutnya untuk Athletic Bilbao melawan Getafe CF dengan hasil imbang 0-0.

Ia kemudian menjadi starter reguler di musim debutnya. Ini mirip dengan yang dialami pada Pique di musim 2008-09 silam.

Nunez juga bek yang tergolong jangkung, dengan tinggi mencapai 187 cm, namun, kemampuan teknisnya adalah kekuatan terbesarnya. Ia memiliki semua bakat untuk menjadi bek tengah yang hebat dalam bermain bola. Ia mampu dan suka menggiring bola, membawa bola keluar dari sepertiga pertahanan sendiri.

Nunez juga tak canggung untuk menghasilkan assist. Ia bisa mengirim umpan-umpan panjang yang secara langsung berkontribusi pada gol. Ini adalah kualitas yang dimiliki oleh Gerard Pique dan Rafael Marquez. Selain itu, Nunez dapat menjadi calon kapten klub di masa depan, karena ketenangan dan konsentrasinya. Minimnya fokus di lini pertahanan dalam beberapa tahun terakhir telah membuahkan mimpi buruk seperti kekalahan 0-4 di Anfield dari Liverpool dan 2-8 di Lisbon dari Bayern Munchen.

Nunez sendiri dikabarkan sudah diintai oleh beberapa tim raksasa Eropa seperti Manchester City dan Bayern Munich. Klausul rilis 30 juta euro dari Nunez membuatnya menjadi pemain berkualitas yang bisa didapat dengan harga murah di pasar saat ini.

Joaquin Fernandez

Joaquin Fernandez saat ini berusia 24 tahun. Ia adalah pesepakbola Spanyol yang bermain untuk Real Vallodolid. Ada nilai plus besar pada pemain yang satu ini karena ia bisa dimainkan sebagai bek tengah atau sebagai gelandang bertahan.

Fernandez sekarang ini berstatus sebagai kapten Vallodolid. Ini merupakan bukti keterampilan kepemimpinannya yang brilian.

Fernandez juga sosok yang jangkung, dengan tinggi mencapai 190 cm. Ia adalah sosok yang mengesankan di dalam dan di dekat area penalti, dan tentunya ia sering unggul dalam duel udara. Tak hanya itu, Fernandez juga mampu meluncurkan umpan-umpan panjang ke lini serang.

Fernandez memang tidak dinilai sebagus Nunez atau Diakhaby. Tapi masih pemain yang dapat berkontribusi untuk tim, dan karena harga pasarnya yang rendah, ia akan jadi pembelian yang cukup bagus bagus bagi Barcelona.

Joseph Aidoo

Joseph Aidoo merupakan bek tengah andalan klub Spanyol Celta Vigo. Pada musim panas 2019, pemain asal Ghana ini memastikan kepindahannya ke Celta dari KRC Genk dengan harga delapan juta euro. Ia menjalani debutnya dalam kemenangan kandang 1-0 melawan Valencia.

Aidoo memang tak setinggi bek-bek lainnya. Ia 'hanya' 183 cm saja dan itu membuatya kurang solid dalam menghilangkan ancaman udara. Akan tetapi hal itu ditutupinya dengan kelebihannya dalam tekel bola dan mencegat operan lawan.

Selain itu, bek berusia 25 tahun ini memiliki potensi untuk menjadi bek tengah yang bisa memainkan bola dengan apik. Ia suka memainkan umpan-umpan pendek, yang tentunya sangat membantu dalam hal membangun serangan dari belakang. Kontrol bolanya juga sangat baik dan secara teknis ia juga sangat bagus. Satu kelebihan lainnya adalah ia terlihat memiliki kecepatan lari lebih baik dari Pique.

Kemampuan bertahan Aidoo menjadikannya pilihan yang layak untuk ditelusuri. Khususnya jika Barcelona ingin menahan serangan balik yang banyak mereka hadapi dari pertandingan ke pertandingan saat lawan memotong lini tengah mereka.

Jules Kounde

Jules Kounde diprediksi bisa menjadi bek tengah muda terbaik di dunia. Pada musim panas 2019, pemain asal Prancis ini pindah ke Sevilla dengan biaya transfer 25 juta euro. Ia langsung tampil mengesankan di klub tersebut. Kounde mengakhiri musim debutnya sebagai juara Eropa setelah memenangkan Piala Europa League bersama Sevilla dan masuk dalam Squad of the Season untuk kompetisi tersebut.

Sebagai starter reguler di musim 2020-21, Kounde tampil dominan. Pemain berusia 21 tahun itu bermain sempurna di Camp Nou melawan Barcelona dan juga hebat melawan Bayern Munich di Piala Super UEFA, di mana ia memastikan bahwa Robert Lewandowski tak bisa leluasa mengancam gawang Sevilla.

Kounde memiliki kekuatan bertahan dan teknis yang sangat baik. Ia adalah pengumpan bola yang luar biasa, membuatnya menjadi bek yang ideal dalam urusan menguasai bola. Ia suka memberikan umpan-umpan pendek yang membantu tim membangun serangan dari belakang dan mempertahankan penguasaan bola.

Kounda juga bukan tipe bek yang suka asal melancarkan tekel. Ia lebih suka tetap berdiri dan memastikan bahwa ia berada di posisi yang sempurna untuk mematahkan serangan lawan. Selain itu ia juga jago dalam duel di udara meski tingginya cuma 183 cm saja, berkat lompatan yang luar biasa. Selain itu, Kounde merupakan bek yang gesit, tajam, dan ia bisa merebut kembali bola saat tim lawan melakukan serangan balik.

Dengan kemampuannya, Kounde sangat mungkin menjadi bek tengah terbaik di dunia dalam beberapa tahun dan sayangnya bagi Barcelona, kualitas seperti itu ada harganya. Sevilla disebut tak akan melepasnya kecuali dibayar minimal 65 juta euro.